Karena suka kalau berbicara masalah bisnis, begitu ada kawan yang menyingung pembicaraan masalah bisnis sampingan saya langsung semangat dan bertanya banyak tentang usaha tersebut.
Usaha ini adalah ikut waralaba. Sistem waralaba yang satu ini sangat sederhana, kita cuma diharuskan membeli paket perdana (gerobak dan perlengkapan) selanjutnya kita cuam diharuskan membeli bahan dasar berupa roti, danging dan bumbu ke distributor / perwakilan waralaba (kebetulan usaha ini adalah usaha burger). Enaknya lagi kita tidak harus membayar fee bulanan atau tahunan ke pihak yang punya waralaba tersebut.
Setelah melakukan survey untuk mencari tempat, singkat cerita mulailah saya ikut waralaba ini dengan membeli satu paket gerobak dan perlekapan seharga Rp 3 Jtan. Perputaran bisnis mulai berjalan dan keuntunganpun mulai didapat, lumayan pendapatan waktu itu bisa untuk membayar tagihan listrik, air dan telpon. Munculah ide baru untuk menambah outlet di tempat lain, begitu disurvei dan kami anggap bagus akhirnya saya putuskan untuk membeli satu paket gerobak lagi untuk ekpansi usaha kami.
Setelah berjalan dengan dua outlet ternyata perhitungan tidak sesuai yang saya perkirakan, seumpama perhitungan pendapatan satu outlet sekitar Rp 500 ribu / bulan ternyata punya dua outlet tidak Rp 1 juta / bulan tetapi naik turun dan di tempat outlet kedua ini pangsa pasar ternyata susah ditebak jadi benar-benar naik turun.
Dengan kesibukan kantor istri yang semakin meningkat dan hubungan dengan agen waralaba yang kurang bagus ( karena setiap ada kompalin terkesan didiamkan saja) akhirnya diputuskan untuk menutup dan menjual dua gerobak tersebut.
Terlepas dari hal tersebut di atas, sebenarnya usaha waralabapun lumayan menjajikan kalau kita serius dalam menggelutinya.

begini sebelumnya saya mau minta izin kepada Mas Made Ngurah Bagianauntuk membuat profil tentang edam burger yang merupakan tugas kuliah saya.
thank sudah berbagi pengalaman. Salam kenal
bagaimana cara memperoleh peluang bisnis yang baik…
Terima kasih atas infonya…..
kalau saya sendiri saya sesuaikan dengan bugdet saya, kalau ada peluang tetapi bugdet tidak memeungkinkan saya tidak ambil, maklum masih banyak NATOnya
terimakasih atas isi artikel blognya…
sama-sama, kemarin saya juga sempat berkunjung ke blog anda dan kelihatanya menarik juga
kalo modal nya dikit gimana yamas kan susah ad ayang mo join venture ga
Kalau saya waktu justru saya sesuaikan dengan modal Pak. kalau modalnya pas untuk satu counter ya satu dulu kita jalankan, ananti kalau dirasa bagus baru hasil dari satu itu kita kumpulkan untuk yang kedua.
[...] masalah peluang bisnis waralaba, sebenarnya ada banyak usaha waralaba / franchise disekitar kita mulai dari yang paling murah sekitar Rp 3 Jt an sampai dengan ratusan juta bahkan [...]