Pengalaman Kena Mata Ikan

Artikel ini masih berhubungan dengan artikel sebelumnya yaitu Sakit Mata Ikan dan Obatnya, kejadiannya sekitar 1.5-2 tahun yang lalu.

Pertama terlihat bulatan bening kecil di bawah kelingking kaki sebelah kanan dan tidak mengira kalau itu adalah mata ikan. Bulatan itu saya kira berisi semacam cairan dan akan pecah secara sendirinya, jadi saya diamkan saja dan tidak begitu saya pedulikan. Dua tiga minggu berjalan tetapi bulatan tidak pecah-pecah juga dan kelihatan lebih besar  dari sebelumnya dan mulai berwarna putih pekat, setelah saya pegang ternyata bulatan tersebut keras, tidak berisi air dan terasa sakit kalau ditekan. Dalam hati mulai berpikir, jangan-jangan ini mata ikan (karena sebelumnya sudah pernah mendengar sakit mata ikan tetapi belum tahu bentuknya kaya apa J), benar !! setelah saya tanyakan ke istri ternyata bulatan yang saya kira berisi air tersebut adalah mata ikan.

Saya langsung mencari tahu pengobatan yang tepat untuk mata ikan ini, mulai dari tanya teman, cari referensi di internet, dll.

  1. Cara yang pertama (sumber dari teman) yaitu diberi saleb kolomag (tapi sayang saleb tersebut sudah tidak beredar)
  2. Cara kedua yaitu dibedah / diambil mata ikannya.

Terus terang saya agak takut untuk dibedah tapi bagaimana lagi, mata ikan harus segera dibersihkan. Sebelum pergi ke dokter bedah saya sempat memeriksakan ke dokter umum untuk penyakit mata ikan saya dan saran dokter satu-satunya cara adalah dibedah dan diangkat supaya tidak tumbuh lagi.

Dengan tekad bulat akhirnya saya pergi ke dokter bedah untuk dilakukan pembedahan. Sekitar 3 minggu setelah dilakukan pembedahan luka akibat bedah sudah kering semua tetapi masih ada yang aneh dari hasil bedah tersebut, bekas sayatan bedah menjadi keras kata istri sih itu efek dari bedah jadi saya cuekin saja dan saya anggap mata ikan sudah hilang.

Waktu berjalan dua minggu kemudian, bekas sayatan yang keras ternyata makin membesar dan makin keras. “Dalam hati berpikir jangan-jangan mata ikan belum sembuh”, ternyata benar mata ikan belum sembuh dan makin membesar sekitar 2 kali lipat besarnya dari yang pertama karena bekas sayatan bedah menjadi mata ikan semua.

Pusing dan bingung jadinya, “Obat apa yang kira-kira bisa mengangkat mata ikan ini ?”. Mau bedah lagi takut kalau muncul lagi dan ternyata memang bedah tidak menjamin hilangnya mata ikan secara permanen.

Saya lanjutkan mencari info dari teman dan tetangga, akhirnya cara pengobatan yang tepat ketemu juga (info didapat dari tetangga sebelah). Caranya yaitu dilakukan bedah cauter (semi lacer) yaitu mata ikan dipanaskan sampai gosong (hitam) kemudian diambil terus dipanaskan lagi sisi yang lain dan diambil lagi dan begitu seterusnya sampai hilang semua.

Akhirnya saya pergi ke klinik tempat dimana ditunjukan oleh tetangga saya tersebut, sebelum melakukan pembedahan saya sempat tanya-tanya ke perawatnya “Apakah sudah banyak pasien mata ikan yang kesini?” dijawab “Sudah banyak dan Alhamdulillah selama ini belum ada yang mengeluh atau komplain”.

Dengan bekal itulah akhirnya saya beranikan untuk dilakukan pembedahan (yang kedua tetapi beda cara) dan berdoa ”Semoga setelah dibedah  mata ikan tidak tumbuh lagi”.

Pembedahan dilakukan dengan cara seperti di atas. Setelah pembedahan selesai saya tidak langsung pulang dan berkonsultasi dengan dokter dan menceritakan apa yang sudah terjadi pada saya sebelumnya.

Pak dokter berpesan, “Memang harus selektif dalam melakukan pembedahan mata ikan ini, kalau cuma dibedah (tidak mematikan virusnya) dan tidak tahu caranya, 80% mata ikan akan tumbuh lagi, dengan metode cauter(dipanaskan) virus atau kuman InsyaAllah akan mati baru diambil mata ikannya. Cara melakukan suntik bius yang salahpun bisa merangsang  tumbuhnya kembali mata ikan setelah dilakukan pembedahan, karena kalau suntikannya pas mata ikan jaringan kulit yang sehat akan tercemar oleh virus dari mata ikan tersebut” imbuh Pak Dokter.

Alhamdulillah stelah dilakukan pembedahan kedua mata ikan sudah hilang.

Serangan Jantung dan Kebiasaan Minum Air Panas / Hangat….

Semoga berguna untuk semua berhubungan dengan setrangan jantung.
Secara logika mungkin ada kebenarannya orang-orang China dan
Jepang minum teh panas sewaktu makan dan bukannya air es.  Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas  / hangat  sewaktu menikmati hidangan. Kita tidak akan kehilangan apa-apa, malah akan mendapat faedah dari
 kebiasaan ini.
Kepada siapa yang suka minum air es, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air es selepas makan, tetapi lama kelamaan akan berakibat fatal.
Walau bagaimanapun, air es akan membekukan makanan berminyak
yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan
banyak saluran dan lama kelamaan ia akan  menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan  menuju  ke arah mendapat berbagai penyakit. Jalan terbaik adalah untuk minum sup panas atau air panas / hangat
selepas makan.
Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa
pada tangan sebelah kiri.Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama  serangan jantung. Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60%  pengidap sakit jantung tidak bangun selepas tidur. Marilah kita berwaspada dan berhati-hati. Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup.

Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi

 

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com diposting oleh Mas Harjo Misno

Gejala Stroke

Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh! Dia meyakinkan semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya tersandung batu bata karena sepatu barunya (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).

Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu.

Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit – (pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal).

Ternyata dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque tersebut. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini.

Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut, dia bisa membalikkan pengaruh stroke…. secara total! Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang sulit.

 

Mengenali Stroke

 

Segala puji bagi Allah SWT atas indera untuk dapat mengingat tiga hal berikut. Baca dan pelajarilah!

Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya,kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian, gagal mengenali gejala-gejala stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:

1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.

2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA..

3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA (yang masuk akal), contoh: “Hari ini cerah.” Blablabla… .

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.

Seorang kardiolog berkata kalau setiap orang yang membaca dan membagikan dengan mengirim e-mail ke 10 orang, kau bisa bertaruh bahwa setidaknya satu nyawa akan diselamatkan.

Jadilah seorang sahabat dan bagikan artikel ini dengan sebanyak mungkin ke temanmu, kau bisa saja menyelamatkan nyawa mereka.

 

Diposting by email oleh Nahdi Subulana

Sakit Mata Ikan dan Obatnya

Penyakit mata ikan atau dalam istilah kedokteran disebut clavus adalah semacam tumor jinak yang biasanya tumbuh pada kulit permukaan kaki. Bentuk mata ikan itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persis seperti mata ikan beneran.

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya sakit mata ikan ini. Pendapat pertama yaitu mata ikan timbul disebabkan oleh virus yang kemudian masuk diantara kulit dan daging kemudian merusak jaringan bawah kulit sehingga makin lama makin mengeras dan membesar. Pendapat kedua adalah seringnya penggunaan alas kaki (sepatu) yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama sehingga terjadi penekanan di titik-titik tertentu pada kaki, dari penekanan ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama akan menimbulkan pengerasan pada bagian kaki yang tertekan tersebut.

Pengobatan mata ikan bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang kalau kita tahu cara yang tepat dan susah kalau kita tidak tahu dan sembarangan dalam menangani mata ikan ini. Kadang kita menyepelekan mata ikan yang tumbuh di kaki saat masih kecil tapi setelah besar dan mulai menggangu aktifitas kita ( susah jalan misalnya) kita baru sibuk untuk mencari tahu bagaimana pengobatan mata ikan ini.

Pengobatan mata ikan yang saya anggap paling tokcer untuk saat ini adalah bedah cauter.

Tips supaya kita terhindar dari mata ikan antara lain memakai alas kaki (sepatu) yang cukup (tidak terlalu sempit) pastikan kaki nyaman memakainya, selalu ganti secara rutin kaos kaki anda, selalu jaga kebersihan kaki kalau perlu secara rutin dilakukan perawatan yang lebih intensif lagi.

Menghilangkan Batu Empedu Secara Alamiah

oleh Dr Lai Chiu-Nan

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga.

Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr Chiu-Nan.

“Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.

Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ( ‘ nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar,

tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama

masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnyabatu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut Dr Chiu-Nan.

“Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.

Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis…Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)

2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.

3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk mebuatnya.

Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida… jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas…jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.

4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)

5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah.

Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk yang rata…karena sebelumnya adukanku tidak rata…sehingga eneg, ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda…

Pokoknya Subhanallah. .. 3 Dokter suruh aku Operasi… dengan treatment ini, keluar batunya.
“Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”. (Sayyid Qutb)

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com  diposting tanggal 5 Sep 2008

Keladi Tikus untuk Obat Kanker

 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Penyakit kanker sudah tidak berbahaya lagi, kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia . Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. “Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi. Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum.Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr.Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu. Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa. Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif. Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia.Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya dimasukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, dan di Buduran,Sidoarjo. Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. “Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan.Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ,” lanjut Boni. “Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. ” tambahnya. Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. “Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi,” sambung Boni sambil tertawa. Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
“Cancer Care Indonesia ” beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta , telp : 021-4894745
Dikutip dari dikirim oleh Mas Sariyanto, 17 Maret 2008

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.