Kantin Kejujuran

Baru-baru ini Pemkot Bekasi mempunyai program mendirikan kantin di sekolah-sekolah baik di tingkat SD sampai tingkat SMA, kantin dalam program ini bukan kantin sembarangan, namanya Kantin Kejujuran. Dilihat dari namanya agak unik memang , tapi nama tersebut tidak terlepas dari tujuan utama didirikannya Kantin Kejujuran itu sendiri. Tujuan dari program didirikannya Kantin Kejujuran adalah melatih setiap siswa supaya dapat berbuat jujur dan mencegah tindakan korupsi secara dini. Kok bisa ? ya, karena di Kantin Kejujuran tidak ada penjaga kantin secara khusus seperti kantin-kantin yang lain, jadi setiap siswa yang membeli makanan akan melihat harga makanan yang sudah ada bandrol atau label harganya, kemudian akan membayar dan mengambil uang kembalian secara masing-masing (seperti pelayanan self servis) jadi benar-benar dituntut kejujuran dari setiap siswa yang melakukan transaksi di kantin tersebut.

Bagaimana kalau ada siswa yang nakal atau tidak jujur ? Setiap transaksi ada catatannya sehingga bisa di cek pada laporan keuangannya. Setiap siswa yang ketahuan nakal atau tidak jujur akan diserahkan ke guru agama untuk dibimbing dan memperbaiki perbuatannya tersebut. Memang, mungkin tidak mudah atau semudah teori tetapi paling tidak sudah ada upaya positif untuk memperbaiki mental atau perilaku kita dari kebiasaan koruptif menjadi kebiasaan jujur.

Program Kantin Kejujuran ini rencananya juga akan dibuka di instansi-instansi pemerintah di Kota Bekasi, tujuannya jelas untuk melatih dan sekaligus memberi contoh kepada khalayak luas tentang pentingnya kejujuran dan menghindari tindakan korupsi.

Semoga program ini dapat berhasil dan dapat diikuti oleh pemkot yang lain yang muaranya adalah melatih dan membiasakan diri kita dengan perbuatan jujur dan tidak korupsi.

Dari contoh dan perbuatan dengan skala kecil Insya Allah akan menjadi besar kalau kita ikhlas dalam melakukannya.

Menyemir Sepatu, Kejujuran Mendatangkan Rizki Berlebih

Begitu meninggalkan kegiatan berjualan Koran, saya beralih ke menyemir sepatu, kegiatan ini saya lakukan setelah sholat isya sampai sekitar pukul 22.00 WIB di sekitar Jl A Yani Semarang.

Menyemir ini saya lakukan bersama teman yang sudah lebih dulu terjun di dunia semir sepatu. Setelah berjalan beberapa waktu saya ketahui ternyata menyemir sepatu ini ada kelompok-kelompok tertentu yang menguasai wilayah-wilayah tertentu pula, dari situ akhirnya saya berpikir lagi dan memutuskan untuk berhenti dari kegiatan ini.

Kegiatan menyemir sepatu masih saya lakukan saat liburan sekolah tiba, jadi saya melakukannya di pagi hari di kantor-kantor sekitar rumah Jl. Kimangunsarkoro Semarang. Selain menyemir saya juga berjualan koran jadi seperti istilah pepatah sekali dayung 2 atau 3 pulau terlampaui.
Ada pengalaman menarik dari kegiatan menyemir sepatu ini, suatu waktu karena kebetulan hanya semir warna hitam yang saya bawa, saya hanya menawarkan jasa semir kepada bapak-bapak yang memakai sepatu hitam saja, tapi alangkah bingungnya saat saya menawarkan jasa semir kepada orang yang besepatu hitam ternyata malah teman sebelahnya yang mengingingkan disemir sepatunya dan sepatu itu berwarna coklat.

Dari situ saya bingung, bengong sejenak sambil memutar otak bagaimana ya ? akhirnya saya berkata jujur bahwa saya hanya membawa semir warna hitam saja. Bapak itu tertawa dan berkata “lucuu…!! Lucuu…!!” akhirnya Bapak itu membeli Koran yang saya bawa dan menyuruh saya membawa uang kembaliannya. Kegiatan ini saya lakukan sampai kelas 6 SD, begitu mulai memasuki masa-masa ujian dan Ebtanas kegiatan ini saya hentikan.

Hikmah yang saya dapat adalah expansi bisnis (semir dan jual koran) dan hikmah dari kejujuran yang dapat membuat orang salut kepada kita dan mungkin memberi lebih dari yang kita duga daripada kita bohong dan malah pusing untuk mencari solusi dari permasalahan. (UWe)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.