Warung Kopi ( Warkop )

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan!” Menurut Anda apakah pepatah kata itu masih berlaku? Menurut saya ya! Dalam suatu pelatihan entrepreneur untuk remaja-remaja kurang mampu di jakarta, terlintas suatu ide usaha rumahan yang bisa dilakukan siapa saja. Jadi setelah membaca tulisan yang satu ini, jangan sampai Anda mengatakan ’tidak bisa’ lagi.

Segalanya dimulai dari rumah Anda dan caranya sangat mudah. Saat menjelang malam, keluarkan meja makan Anda di depan pagar rumah Anda. Bagi yang tidak memiliki pagar, ya diletakkan di perbatasan rumah dengan jalan. Boleh juga dialasi dengan karpet plastik (perlak) agar lebih cantik dan tahan kotor. Kemudian keluarkan piring, sendok, garpu, gelas, mangkuk yang Anda miliki dan tatalah diatas meja, layaknya mau berjualan. Jika ada rak piringnya, lebih bagus lagi. Terus keluarkan stok mi instan yang Anda miliki. Biasanya, setiap rumah selalu ada mi instan khan? Jika ada, kardusnya sekalian (serius nih). Jika tidak punya kardus mi instan, minta aja ke warung tetangga. Apa gunanya? Biar kelihatan ’penuh’! Selanjutnya keluarkan menu-menu pelengkap, seperti, telur, sayur (biasanya sawi), kopi, teh, susu, gula dan kawan-kawannya. Jadi deh warkop (warung kopi) ”gepeng” (nama warkop langganan saya di Surabaya).

Apa yang terlintas di benak Anda? “Berapa sih keuntungan menjual mi dan kopi?” Hitung aja, dengan modal mi instan seharga 1200 rupiah, dimasak dengan air, diberi sedikit sayur dan telor (1000 rupiah), bisaterjual 5000 rupiah. Wow, untungnya 100 %! Belum lagi kopi atau teh yang modalnya tak sampai 300 rupiah, bisa dijual dengan harga 2000 rupiah. Eiits, belum selesai, itu baru awalnya, tapi setidaknya lumayan untuk tambah-tambah beli susu untuk anak dirumah, daripada mejanya di-nganggurin. Amati warkop di kota Anda, apa saja yang mereka jual. Ada gorengan, krupuk, roti, kue, jajan pasar, nasi ’kucing’ (jinggo). Apakah Anda pikir, pemilik warkop itu memasak sendiri semuanya? Tidak! Kebanyakan adalah titipan. Ingat hukumnya,”Ada semut, juragan gula datang”. Saat Anda berhasil menarik keramaian, banyak penjual akan mendatangi Anda untuk ’titip’ barangnya dijual di warkop Anda. Yah, seperti Hypermarket begitulah, tidak usah cari supplier, sebaliknya supplier yang mencari mereka.

Selanjutnya tinggal dipoles biar menarik dan pasti membuat orang penasaran. Pasang spanduk yang gede dan menyolok desainnya. Pakai aja plesetan-plesetan seperti ”Starblack Coffee” atau ”Setarbak”, biar kelihatan ’ndeso’ dikit. Di kota Salatiga, saat populernya grup musik New kids on the block, ada yang membuat plesetannya menjadi Warung ”New kids yang goblok”, seru khan! Menunya-pun bisa diplesetin ”India-mie”, ”Kopichino”, pokoknya seliar Anda berfikir.

Sekali lagi, yang penting MELANGKAH! Jangan hitung rejeki pengusaha dengan ’kalkulator’ karyawan, nggak akan ketemu! Banyak orang mengatakan,”Tidak masuk akal”. Menurut saya,”Akalnya yang belum masuk”.

 

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com by Mas Jaya Setiabudi http://yukbisnis.com/

2 Responses to Warung Kopi ( Warkop )

  1. iikcirebon mengatakan:

    bagus banget dah tulisan mas uwinarno…………………aq jg lg pengen buka warkop nih…..doain yaaa..salam kenal

  2. uwinarno mengatakan:

    Terima kasih, salam kenal juga dan semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk anda dan yang anda cita-citakan, mungkin perlu saya sampaikan bahwa itu bukan tulisan saya, saya hanya mengutip dari seorang teman yang sudah berhasil jadi pengusaha yng tergolong sukses, dengan harapan supaya dapat bermanfaat buat kita semua. Apabila anda ingin artikel beliau yang lain bisa klik di http://yukbisnis.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: