Indahnya Pernikahan

Setiap berbincang dengan teman yang kebetulan belum menikah, sering kali mereka mengeluh untuk memikirkan bagaimana nanti setelah jenjang pernikahan. Rata-rata orang sekarang sudah menganggap pacaran (hubungan interaksi antara lawan jenis di luar ikatan yang sah) adalah suatu hal yang lumrah. Jadi selama hubungan pacaran tersebut masing-masing insan sudah saling mengerti sikap dan sifat dari pasangan masing-masing meskipun belum semua. Begitulah fenomena kehidupan sekarang ini, dari tingkat lamanya hubungan akan makin kelihatan sifat asli dari masing-masing pasangan. Yang dulunya kelihatan manis dan manja jadi kelihatan juteknya dan yang dulunya kelihatan bijaksana mulai kelihatan egonya. Dengan demikian mereka mulai gamang untuk memikirkan apakah hubungan itu dilanjutkan ke jenjang selanjutnya (pernikahan) atau selesai sampai disini.

Begitulah manusia, hubungan yang belum ada ikatan sudah seolah-olah seperti satu keluarga orang tua si putri sudah menganggap putra sebagai anaknya dan demikian sebaliknya, seolah mereka tidak menyadari bahwa dosa lama-kelamaan akan menumpuk karena interaksi antara lawan jenis yang bukan mahram tersebut adalah haram. Apalagi kalau sudah bicara masalah pacaran kelihatanya hal-hal seperti maaf, ciuman itu merupakan suatu hal sangat-sangat lumrah dan dianggap biasa dan bisa jadi terjadi hal-hal yang lebih dari itu.

Kenapa tidak menikah saja ?? Dengan disegerakan menikah niscaya hubungan yang dikategorikan haram akan berubah menjadi halal dan berpahala, dan  juga hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin bisa saja terjadi dan menjadi aib keluarga bisa dihindarkan, kalau kita tahu betapa besar pahala pernikahan itu, kita pasti akan buru-buru menikah karena dengan menikah kita dianggap telah memenuhkan separuh atau setengah dari agama.

Agama mengajarkan “menikahlah niscaya kamu akan menjadi kaya”, kaya yang seperti apa yang dimaksud ?? Menurut pemahanan saya dengan menikah kita akan lebih bisa menerima pasangan hidup yang sudah menjadi pilihan kita baik itu kekurangan ataupun kelebihannya ( dengan catatan kita memandang dari sisi agama bukan dari sisi ego semata). Setiap manusia pasti ada kekurangan baik itu pria maupun wanita dengan pernikahan disatukanlah dua hati yang memiliki dua sifat yang berbeda ini disatukanlah dua keinginan yang biasanya hanya menurutkan keinginnan satu orang saja sekarang harus dipertimbangkan dengan keinginan pasangan sehingga dapat diambil jalan tengah yang Insya Allah lebih bermakna, jadi kaya yang pertama yaitu kaya hati, selain itu setelah kita menikah kita akan lebih selektif dalam membelanjakan harta kita dan pengalaman saya pribadi ada saja rizki yang datang yang tak terduga sebelumnya yang bisa membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarga kita.

Bagaimana dengan pasangan pernikahan yang sering bertengkar ?? sebetulnya bisa kita tanyakan kepada pasangan tersebut apakah tujuan pernikahan mereka ?? apa untuk mencari status saja atau untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila tujuan pernikahan kita untuk beribadah kepada Allah dan menyempurnakan separuh agama Insya Allah cara pandang kita terhadap permasalahan yang dihadapai akan berbeda dengan mereka yang hanya malakukan pernikahan tapi tidak jelas tujuannya kemana . Memang setiap biduk rumah tangga pasti ada riak gelombang yang menggoyangkannya ibarat sayur pasti ada garamnya cuma bagaimana kita menyikapi dan mengambil langkah yang tepat untuk menyatukan kelanjutan perjalanan biduk tersebut sehingga bisa sampai ke tujuan menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah, untuk menjalaninya tidak semudah itu memang. Langkah awalnya, masukan untuk rekan-rekan yang belum menikah carilah pasangan hidup yang memiliki dasar agama yang baik sehingga bisa diajak mengarungi biduk kehidupan yang penuh riak gelombang  sampai ke tujuan. Selamat menempuh hidup baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: