Pengaruh Perubahan Theme Pada Blog

Jika anda mempunyai blog dan sudah memiliki peringkat SEO yang cukup tinggi janganlah sembarangan untuk mengganti template atau theme di blog kita tersebut. Maksud hati supaya blog kelihatan lebih manis dan lebih segar tetapi kalau kurang perhitungan bisa berakibat cukup fatal. Hal ini terjadi pada salah satu blog yang sudah saya maintain kurang lebih 1 tahun.

Pada awalnya blog tersebut  selalu di halaman 3 google untuk kata kunci Baju Anak Branded Murah setelah saya ganti theme dan beberapa hari kemudian coba cek di google dengan password yang sama ternyata sudah tidak muncul dan hilang dari peredaran. Pertama tidak mengira kalau akan berakibat sefatal ini dengan ganti theme tetapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.

Coba cari tahu dengan googling Pengaruh Perubahan Theme Pada Blog ini ternyata memang bisa berakibat domain kita berubah peringkat SEOnya, kalau turunnya sedikit mungkin masih bisa diterima, tapi kalau langsung hilang dari listing itu yang membuat jadi pening kepala. So hati-hati sebelum utak-utik blog anda untuk ganti theme.

Iklan

Indahnya Pernikahan

Setiap berbincang dengan teman yang kebetulan belum menikah, sering kali mereka mengeluh untuk memikirkan bagaimana nanti setelah jenjang pernikahan. Rata-rata orang sekarang sudah menganggap pacaran (hubungan interaksi antara lawan jenis di luar ikatan yang sah) adalah suatu hal yang lumrah. Jadi selama hubungan pacaran tersebut masing-masing insan sudah saling mengerti sikap dan sifat dari pasangan masing-masing meskipun belum semua. Begitulah fenomena kehidupan sekarang ini, dari tingkat lamanya hubungan akan makin kelihatan sifat asli dari masing-masing pasangan. Yang dulunya kelihatan manis dan manja jadi kelihatan juteknya dan yang dulunya kelihatan bijaksana mulai kelihatan egonya. Dengan demikian mereka mulai gamang untuk memikirkan apakah hubungan itu dilanjutkan ke jenjang selanjutnya (pernikahan) atau selesai sampai disini.

Begitulah manusia, hubungan yang belum ada ikatan sudah seolah-olah seperti satu keluarga orang tua si putri sudah menganggap putra sebagai anaknya dan demikian sebaliknya, seolah mereka tidak menyadari bahwa dosa lama-kelamaan akan menumpuk karena interaksi antara lawan jenis yang bukan mahram tersebut adalah haram. Apalagi kalau sudah bicara masalah pacaran kelihatanya hal-hal seperti maaf, ciuman itu merupakan suatu hal sangat-sangat lumrah dan dianggap biasa dan bisa jadi terjadi hal-hal yang lebih dari itu.

Kenapa tidak menikah saja ?? Dengan disegerakan menikah niscaya hubungan yang dikategorikan haram akan berubah menjadi halal dan berpahala, dan  juga hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin bisa saja terjadi dan menjadi aib keluarga bisa dihindarkan, kalau kita tahu betapa besar pahala pernikahan itu, kita pasti akan buru-buru menikah karena dengan menikah kita dianggap telah memenuhkan separuh atau setengah dari agama.

Agama mengajarkan “menikahlah niscaya kamu akan menjadi kaya”, kaya yang seperti apa yang dimaksud ?? Menurut pemahanan saya dengan menikah kita akan lebih bisa menerima pasangan hidup yang sudah menjadi pilihan kita baik itu kekurangan ataupun kelebihannya ( dengan catatan kita memandang dari sisi agama bukan dari sisi ego semata). Setiap manusia pasti ada kekurangan baik itu pria maupun wanita dengan pernikahan disatukanlah dua hati yang memiliki dua sifat yang berbeda ini disatukanlah dua keinginan yang biasanya hanya menurutkan keinginnan satu orang saja sekarang harus dipertimbangkan dengan keinginan pasangan sehingga dapat diambil jalan tengah yang Insya Allah lebih bermakna, jadi kaya yang pertama yaitu kaya hati, selain itu setelah kita menikah kita akan lebih selektif dalam membelanjakan harta kita dan pengalaman saya pribadi ada saja rizki yang datang yang tak terduga sebelumnya yang bisa membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarga kita.

Bagaimana dengan pasangan pernikahan yang sering bertengkar ?? sebetulnya bisa kita tanyakan kepada pasangan tersebut apakah tujuan pernikahan mereka ?? apa untuk mencari status saja atau untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila tujuan pernikahan kita untuk beribadah kepada Allah dan menyempurnakan separuh agama Insya Allah cara pandang kita terhadap permasalahan yang dihadapai akan berbeda dengan mereka yang hanya malakukan pernikahan tapi tidak jelas tujuannya kemana . Memang setiap biduk rumah tangga pasti ada riak gelombang yang menggoyangkannya ibarat sayur pasti ada garamnya cuma bagaimana kita menyikapi dan mengambil langkah yang tepat untuk menyatukan kelanjutan perjalanan biduk tersebut sehingga bisa sampai ke tujuan menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah, untuk menjalaninya tidak semudah itu memang. Langkah awalnya, masukan untuk rekan-rekan yang belum menikah carilah pasangan hidup yang memiliki dasar agama yang baik sehingga bisa diajak mengarungi biduk kehidupan yang penuh riak gelombang  sampai ke tujuan. Selamat menempuh hidup baru.

Faktor Keselamatan Yang Terabaikan

Melewati lebatnya belantara kemacetan di Ibu Kota Jakarta adalah makanan sehari-hari bagi saya. Seperti minum obat saja hal ini saya lakukan hampir tiap hari 2 kali pergi pulang (PP). Dari rutinitas itulah saya mengamati berbagi macam perilaku pengendara kendaraan baik mobil, motor sampai angkutan umum.

Dari berbagai model angkutan itu sepeda motorlah yang mempunyai jumlah yang cukup besar meskipun roda empat tidak kalah banyak jumlahnya. Jam-jam sibuk pagi dan sore merupakan puncak kemacetan di jalan-jalan Ibukota Jakarta. Rata-rata semua ingin cepat sampai tujuan sehingga terjadi antrian,  penumpukan kendaraan terutama di perempatan dan badan jalan yang terjadi penyempitan dan juga hilangnya sikap kedisiplinan untuk mematuhi rambu-rambu jalan.

Dengan alasan di atas itulah sering kali faktor keselamatan jadi terabaikan. Coba kita renungkan berapa banyak korban berjatuhan karena kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian para pengguna jalan yang korbannya kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Kalau saya kupas lebih dalam memang banyak dari kita terutama pemakai roda dua yang mungkin sadar atau tidak mengabaikan faktor keselamatan berkendara ini, mulai tidak memakai helm, perlengkapan motor yang kurang lengkap sampai perilaku suka potong jalan yang sangat membahayakan. Apalagi kalau pemakaian motor ini di sekitar komplek perumahan atau sekolahan, banyak dari pengguna motor ini yang tidak menggunakan helm padahal mereka membawa serta anaknya.

Angkutan umum tidak kalah serunya, bak raja jalanan angkutan ini sering kali seenaknya saja mengambil dan menurunkan penumpang sembarangan, berhenti mendadak dan sebagainya. Sehingga memungkinkan sekali terjadi kecelakaan.

Sebagai salah satu pegguna jalan meskipun sekarang lebih banyak naik kereta saya hanya bisa berusaha untuk lebih hati-hati dan selalu berdoa semoga diberi keselamatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sepanjang perjalaan baik saat pergi kerja maupun pulang kembali, karena sebagaimanapun kita sudah berhati-hati masih ada saja orang lain yang sembrono sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan. Karena rendahnya kedisisplinan para pengguna jalan inilah sering kali menyebabkan kerugian baik harta benda sampai nyawa. Semoga kita selalu dilindungi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga setelah seharian bekerja dengan selamat.

Appearance is Cheating

Banyak sekali kita jumpai pepatah atau  kata-kata mutiara baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa inggris. Judul dari artikel inipun merupakan kata pepatah yang saya anggap menarik untuk saya angkat kedalam sebuah tulisan. Pertama kali mendengar kata pepatah ini saat saya masih mengikuti lembaga bimbingan bahasa inggris di Batam. Saat mengajar bahasa guru pembimbing kami biasa mengeluarkan joke atau semacam penyegar suasana belajar agar lebih terasa santai dan lebih hidup. Tak tahu kenapa saat itu si Pak Guru kami ini mencairkan suasana dengan kalimat appearance is cheating.

Pada mulanya kalimat itu saya anggap biasa saja seperti yang lainnya yang biasa keluar dari guru pembimbing. Tapi dengan berjalannya waktu lama kelamaan setelah saya renungkan dan pengalaman yang saya dapatkan arti dari kalimat tersebut ternyata cukup dalam juga.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang atau malah mungkin sering kita temui orang-orang yang masuk dalam kategori appearance is cheating ini. Dari beberapa pengalaman saya juga, kadang bertemu dan bergaul dengan orang yang masuk kategori tersebut. Salah satu contohnya adalah orang yang saat pertama kali bertemu terkesan sebagai seorang yang benar-benar handal dan bisa kita percaya untuk melaksanakan suatu tugas tertentu karena omong besarnya yang meyakinkan, tetapi saat tiba saatnya dalam pelaksanaan pekerjaan baru ketahuan belangnya bahwa sebenarnya orang tersebut adalah membual belaka dan tidak tahu apa-apa, ada saja alasan yang keluar dari mulutnya untuk menutupi ketidakmampuannya ini.

Untuk itu janganlah kita mudah tertipu penampilan orang, jangan gampang minder atau rendah diri melihat dan mendengar kata-kata dan penampilan orang lain, karena belum tentu kemampuan kita kalah dari mereka. Karena mungkin itu adalah Appearance is Cheating.

EMPATI

By: Andy F. Noya

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.

 

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika

Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebaratan-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chicken Soup”, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.“terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?” Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Mulailah sekarang juga.

Diforward by email oleh Prabowo Heru

Hal-Hal Yang Melahirkan Motivasi

Kalau bisa dibuat gampang ngapain dibuat susah!. Dalam keseharian selalu ada saja hal baru yang bisa kita ambil pelajaran atau hikmah. Tidak satupun hal yang tidak bermakna, demikian orang bijak mengatakan. Bahwa tidak dipungkiri setiap orang mempunyai masalah dan kesulitan, karena hal itu sebagai pembelajaran dan pembelajaran itu berlangsung terus menerus dan menjadi proses sebagai suatu alur menuju kematangan dalam hidup. Karena itu hal-hal yang apa saja yang bisa dibuat simple atau lebih sederhana atau lebih mudah baik pemikiran, penyelesaian pekerjaan, atau masalah, sangat tidak di anjurkan untuk membuatnya lebih susah. Karena itu jaman masih duduk di bangku SD atau SMP dulu, Pak guru selalu mengajarkan untuk mengerjakan soal-soal yang paling mudah dahulu kemudian meningkat ke soal-soal ang sulit, tidak perduli bisa dari depan kebelakang maupun dari tengah ataupun sebaliknya. Metode pemecahan soal seperti ini sangat manjur, sebab dengan mengerjakan yang mudah dahulu dengan lancar, maka dengan sendirinya soal yang lebih sulitpun jadi mudah. Prinsip dasarnya sederhana saja, soal yang sulit biasanya mengandung rumus dasar dari yang mudah, so bila sudah lancar mengerjakan yang mudah tadi, rumus menyelesaikan yang pada yang sulit menjadi mudah. Sebaliknya bila mengerjakan hal yang susah dahulu, kemudian frustasi atau mentok,maka rumus-rumus dasarnya yang mudah sekalipun akan hilang, yang timbul kemudian keluh kesah, stress berat sehingga tertutup pintu-pintu ide-ide atau kebuntuan fikiran.

Analisa sesuatu bisa dibuat cepat ngapain diperlambat? . Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari pun demikian, mulai dari pekerjaan di kantor, kerjakan pekerjaan yang mudah dan sederhana, sesuaikan dengan deadline yang sudah di tentukan. Kerjakan secara simple tidak berputar-putar atau dalam arti mengulang-ulang hal-hal yang tidak perlu, yang akan menghabiskan energi. Dalam dunia rekayasa engineering pun, selalu ada “try and error “ tapi hasil akhirnya adalah “berhasil dengan lebih mudah”, karena kemudahanlah tujuan utama yang ingin dicapai dari suatu proses yang telah atau sedang berlangsung. Kemudahan dinilai dari keberhasilan dari suatu proses namun dengan energy lebih sedikit dan waktu lebih cepat. Tidak dianjurkan untuk selalu try…try…try…dan akhirnya error!…… Karena setiap error yang terjadi harus di ketahui dulu penyebabnya, kemudian di coba dengan memperbaiki atau menghilangkan penyebabnya. Tidak dianjurkan pula mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan sesuatu, proses ada batas waktunya, dalam satu fase tujuan. Untuk kemudian dijalankan kembali input dan kemudian proses dan menghasilkan output yang berbeda dari sebelumnya, demikian terus proses berlangsung tiada henti tetapi dengan bebagai hasil yang berbeda dan beraneka ragam keberhasilan.

Akibat dari membuat sesuatu menjadi lebih rumit dari yang seharusnya, maka seseorang akan lebih cepat mengalami kejenuhan, kebosanan, frustasi dan berbagai tekanan mental selain fisik maupun mental serta terkuras energinya. Tidak bermaksud untuk menggampangkan sesuatu, namun dengan prinsip tidak membuat lebih susah dan tidak membuat sesuatu lebih ribet atau compleks maka penyelesaianya pun akan lebih mudah dan cepat pula. Contoh dalam sehari-hari:

Contoh 1, Dalam pekerjaan sekala besar maupun kecil selalu harus melalui proses birokrasi yang sedemikian rumit, proses memperoleh tanda tangan dan persetujuan pun dibuat rumit, lempar sana lempar sini, seperti pernah ditayangkan di iklan Tv, bagaimana seorang pengusaha mendapatkan tanda tangan yang harus menunggu sampai terkantuk-kantuk dan harus melalui puluhan orang yang berbeda dan jalur yang panjang. Sebagia orang mengtakan itulah seni, seni yang mana? Tidakkah itu memperlambat sekaligus menguras energi?, tidak bisakah hal itu dibuat lebih simple dan mudah?

Contoh 2, Dalam usaha wiraswasta perorangan, kalau untuk buka usaha mandiri selalu beralasan modal, kenapa tidak usaha mandiri yang tidak pakai modal. Memang tidak ada yang tidak pakai modal, namunmodal tidak harus uang, bisa tenaga, bisa pikiran, bisa ilmu pengetahuan, banyak contoh orang-orang “maaf” cacat sekalipun yang bisa hidup mandiri, mengapa yang diberikan fisik dan fikiran normal tidak bisa? Pasti ada yang salah bukan?, penyelesaianya, cari sebanyak-banyaknya referensi usaha, tentukan yang mana bermodal paling minim dan hasil maksimal, pasti ada kan?

Contoh 3, Dalam urusan rumah tangga. Banyak diantara mereka yang bisa menghidupi keluarganya dengan susah payah maupun mudah tetapi tetap bisa hidup normal, tentunya ada kemudahan dibalik susah payah dan selalu waspada akan lebih baik. Bisa memotivasi bagi remaja dewasa yang punya rencana menikah, jangan takut menikah karena alasan nanti kasih makan apa anak-anak dan istrinya?….simpel saja, bahwa setiap makhluk diberikan rejekinya masing-masing, sekalipun binatang melata. Rumusnya” tetap berusaha, sesuaikan kemapuan dan meng up-gradenya dan don’t give up”

Contoh 4, Dalam dunia pendidikan. Bila biaya pendidikan dibuat mahal, dalam waktu satu dekade kedepan dikawatirkan banyak anak putus sekolah, dampak yang timbul kemudian gagalnya mencerdaskan rakyat, jangka panjangnya, menjadi negara ber SDM rendah dan kalah bersaing dengan negara lain. Akhirnya kita tidak produktif, dimanja dengan sifat konsumtif  bukan?.bagaimana bila sebaliknya, biaya diberikan kemudahan kepada setiap anak wajib sekolah sehingga tidak ada satupun anak negeri yang tidak sekolah, diberikan fasilitas sepenuhnya, maka tidak menunggu satu decade mungkin banyak generasi cerdas yang bisa menciptakan karya-karya technology modern yang tidak kalah dari negara lain, tumbuhkan motivasi sejak dini, bukan menakuti dan mengajari kata ”tidak bisa” yang membunuh semangat dan motivasi, betul?

Kesimpulanya, rumus dasarnya “tetap berusaha, tidak menyerah”, ingat!, proses pembelajaran selalu ada kegagalan, namun kegagalan yang membuat orang menjadi cerdas untuk mencoba lagi dan mencoba lagi untuk tidak gagal akan menghasilkan kesuksesan” , “banyak jalan menuju roma” bisa naik bus, naik pesawat, naik kapal, naik kuda maupun jalan kaki, sesuaikan kemampuan sekarang dan berjanji pada diri sendiri untuk meng up-grade kemampuanya menjadi lebih baik. Semoga berhasil!

 

Dikutip dari Kamisetembang@yahoogroups.com diposting oleh Mas Sunardi

Bandwidth Blog Over Quota

Sudah beberapa hari personal blog saya tidak bisa diakses dikarenakan bandwidthnya over kuota, sebagai seorang yang awam dalam bidang ini saya sudah berusaha follow up ke pihak hosting yang saya sewa, tapi sampai saat ini blogku masih tetap tidak bisa diakses dan muncul pesan

 

Bandwidth Limit Exceeded

The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later.


Apache/1.3.41 Server at luckywinarno.com Port 80

 

Terus terang saya agak kecewa dengan pihak hosting yang kelihatan lambat responnya sebagai customer saya ingin segera menyelesaikan masalah ini, sebanya apa dan solusinya gimana seharusnya bisa diinfokan ke saya. Mungkin semua ini saya ambil hikmahnya saja dan bagi teman-teman yang belum memiliki domain pribadi dan ingin atau akan membuat domain pribadi hati-hati dalam memilih hosting dan jangan berpikir cuma harga murah saja tapi pastikan support apabila ada masalah juga handal.