Pengaruh Perubahan Theme Pada Blog

Jika anda mempunyai blog dan sudah memiliki peringkat SEO yang cukup tinggi janganlah sembarangan untuk mengganti template atau theme di blog kita tersebut. Maksud hati supaya blog kelihatan lebih manis dan lebih segar tetapi kalau kurang perhitungan bisa berakibat cukup fatal. Hal ini terjadi pada salah satu blog yang sudah saya maintain kurang lebih 1 tahun.

Pada awalnya blog tersebut  selalu di halaman 3 google untuk kata kunci Baju Anak Branded Murah setelah saya ganti theme dan beberapa hari kemudian coba cek di google dengan password yang sama ternyata sudah tidak muncul dan hilang dari peredaran. Pertama tidak mengira kalau akan berakibat sefatal ini dengan ganti theme tetapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.

Coba cari tahu dengan googling Pengaruh Perubahan Theme Pada Blog ini ternyata memang bisa berakibat domain kita berubah peringkat SEOnya, kalau turunnya sedikit mungkin masih bisa diterima, tapi kalau langsung hilang dari listing itu yang membuat jadi pening kepala. So hati-hati sebelum utak-utik blog anda untuk ganti theme.

Iklan

Ban Tubeless Pada Sepeda Motor

Sudah lazim kedengarannya apabila kita membicarakan ban tubeless untuk mobil, tapi akan terasa agak janggal apabila kita menyebutkan ban tubeless untuk motor. Sebenarnya bukan masalah lazim dan janggal apabila kita membicarakan jenis ban tubeless ini. Kita mengatakan lazim karena memang sudah sering mendengar banyak jenis ban tubeless yang diproduksi untuk kebutuhan kendaraan roda empat ini. Untuk mobil keluaran baru sekarang ini mungkin sudah hampir 90%-100% menggunakan ban jenis tubeless. Dan kita mengatakan janggal karena mungkin kita baru mendengar pemanfaatkan ban jenis tubeless ini untuk kendaraan roda dua.

Ternyata pertanyaan saya selama ini terjawab sudah. “Apakah sudah ada perusahaan yang memproduksi ban tubeless untuk sepeda motor ?”, pertanyaan saya ini terinspirasi dari seringnya mendengar berita banyaknya kendaraan roda dua yang terkena ranjau paku di Jakarta dan sekitarnya.

Ternyata ban tubeless pada sepeda motor sudah ada dan banyak beredar, maklum karena jarang naik motor sehingga tidak update dengan produk-produk yang berhubungan dengan kendaraan roda dua ini. Syarat untuk menggunakan ban tubless ini velg roda harus yang tipe racing, kalau velg motor kita masih tipe standar (velg berjeruji) harus diganti velg racing terlebih dahulu.

Bagi anda para biker dan pekerja dengan sepeda motor mungkin ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi tindak kejahatan di jalan raya, apabila ban kita menggunakan tipe tubeless jika terkena paku atau sejenisnya dan menyebabkan ban bocor, angin pada roda tidak akan langsung cepat habis, tetapi masih terhambat sepanjang paku yang menengenai roda motor kita masih menempel, dengan demikian kita bisa mencapai daerah aman untuk melakukan tambal ban dan sejenisnya. Itulah kelebihan ban tubeless dibanding ban standar.

Panduan Pencairan Dana Jamsostek

Pencairan Dana Jamsostek

Jika anda peserta program JHT (Jaminan Hari Tua) Jamsostek dan ingin mengambil uang anda di Jamsostek, berikut  syarat- syarat yang harus kita ikuti dan kita siapkan sebelum uang dapat kita ambil. Persyaratan standarnya antara lain :

  1. Masa kepesertaan sudah mencapai 5 tahun.
  2. Pengambilan minimal 6 bulan setelah tanggal berhenti bekerja.
  3. Mengisi formulir standar
  4. Mengisi surat pernyataan bahwa sudah benar-benar tidak bekerja di perusahaan lama dan alasan berhenti bekerja bermaterai Rp 6.000,-
  5. Melampirkan kartu Jamsostek asli, foto copy KTP, foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy Surat Pengalaman Kerja

Setelah semua syarat di atas terpenuhi, anda bisa datang ke Kantor Jamsostek terdekat untuk mencairkan uang anda. Apabila kondisi tidak begitu ramai uang anda biasanya bisa cair hari itu juga tapi apabila kondisinya ramai (biasanya awal-awal bulan) biasanya hari ini anda memasukan berkas lengkap dan uang baru bisa cair keesokan harinya.

Satu lagi jangan lupa membawa surat-surat asli untuk point lima (5) ini digunakan saat verifikasi. Dan setahu saya pengambilan dana tidak dapat diwakilkan. Semoga bermanfaat.

Apakah Anak Anda Termasuk Indigo ??

Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”

Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.

Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?

 Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?

Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.

Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.

Apakah anak anda indigo?

Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut:

1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? ,

2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?,

3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? ,

4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? ,

5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? ,

6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,

7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,

8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? ,

9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? ,

10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? ,

11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan ,

12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? ,

13) Apakah anak anda kreatif? ,

14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? ,

15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? ,

17) Apakah anak anda cerdas? ,

18)Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? ,

19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? ,

20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?

 

Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.

Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”

Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.

Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.

Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.

Tips untuk mendidik anak indigo

Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:

Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.

Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.

Kembangkan kemampuan mereka.. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.

Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.

Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.

Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.

Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.

Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.

Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.

Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.

Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.

Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.

Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com mdiposting oleh Budi Susilo

Hati-Hati Terhadap Lensa Kontak (Contact Lenses)

Jangan gunakan lensa kontak saat anda atau saudara anda
hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berhubungan dengan api…
Sebuah kisah nyata mengenai efek lensa kontak….

Ini terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, dia pakai lensa kontak
selama pesta barbecue.
Ketika dia sedang memanggang daging, dia memandangi terus bara api itu.
Setelah beberapa detik kemudian, dia mulai berteriak minta tolong dan
meloncat-loncat.
Orang-orang disekitar tidak tahu kenapa….
Saat tiba di rumah sakit, dokter bilang kalau pemuda itu buta
permanen akibat lensa kontak yang dipakai.
Lensa kontak terbuat dari plastik dan hawa panas dari bara api telah
melelehkan lensa kontak tsb.

JANGAN PAKAI LENSA KONTAK SAAT DIMANA BERHADAPAN HAWA PANAS DAN API .

Dikutip dari kamisetembang@yahoogrous.com

Hati-Hati Menggunakan HP di Pesawat

Untuk introspeksi dan renungan,

 

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal

7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara

Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam

dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk

disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat  marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk  dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS)

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi

pake pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa

larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya: Sekedar untuk informasi saja, mungkin

rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat

yang baru “take-off” dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum  diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata

menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety

Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel.

Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

 

Contoh kasusnya antara lain:

 

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off”

dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh.

Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya  gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang

terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi

lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

 

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem

navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:

Arah terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak

terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguanindikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy.

Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan

saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang

bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat

penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara

mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara

pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang

radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS

(Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang

berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif  di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis/ pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum

adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai

orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang

tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas.

Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama,

dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

 

Dikirim via email oleh Karina F Safari dikutip dari citacinta@yahoogroups.com

 

One-day Assessment Centre

(Ditayangkan di Kompas, 22 November 2008)

Seorang guru pernah mengatakan pada saya bahwa mengasah manusia bekerja jauh lebih mudah daripada mengasuh-asah murid di sekolah. Alasannya, bibit yang masuk ke perusahaan adalah bibitbibit pilihan, sementara yang masuk ke sekolah, masih tercampur aduk. Hal ini memang ada benarnya. Namun, teman saya ini lupa bahwa mengajar di sekolah ataupun di universitas, seperti yang saya alami sendiri, sangat dimudahkan oleh niat mahasiswa untuk belajar dan untuk lulus ujian, sehingga si pengajar biasanya lebih punya ‘power’. Di perusahaan, terasa betul betapa manusia dewasa ini punya pilihan untuk belajar ataupun tidak belajar, serta ingin menentukan cara belajarnya sendiri. Sarana pelatihan, sharing knowledge maupun seminar yang sudah susah-susah diupayakan dan diselenggarakan oleh perusahaan untuk mengembangkan talenta, tak jarang disepelekan. Sebagai fasilitator pelatihan di perusahaan, teman saya geleng-geleng kepala bila melihat sikap-sikap manusia dewasa yang terlihat tidak bersemangat lagi untuk belajar, seperti titip absen, banyak bercanda, datang terlambat, merayu trainer untuk menyelesaikan sesi lebih cepat, sibuk ber-sms, menelpon berlama-lama, ataupun sengaja memperpanjang- panjang waktu istirahat.  

Bila bicara mengenai pabrik talenta, banyak orang langsung menarik nafas panjang dan mengisyaratkan ‘frustrasi’. Mulai dari yang lemot, sampai yang tidak ada motivasi. Singkat kata, di samping kesulitan fungsional kita juga menghadapi kesulitan vitalitas, dari yang ingin memperkaya asset maupun yang akan dijadikan asset. Sebagai akibat, banyak manajemen perusahaan yang kemudian memutuskan untuk ‘membeli jadi’ saja orang bertalenta dan menomorduakan pengembangan sumber daya manusia di tempat kerjanya.

Membangun talenta bukanlah hal baru. Selain itu istilah talenta bukanlah ditujukan hanya kepada orang orang yang berbakat special (baca: gifted), yang populasinya hanya seperberapa persen dari populasi dunia. Adanya ‘welders’ Indonesia alias tukang las bersertifikat yang bekerja secara global, bukan hal yang terjadi kemarin sore. Tukang kayu yang mumpuni secara teknis, dan bekerja rapih dan teliti , juga adalah individu bertalenta dan bisa membawa devisa negara.  Keadaan sekarang di mana ketersediaan orang bertalenta tidak seimbang dibandingkan kebutuhannyalah yang menyebabkan kita tidak bisa berlamalama menunggu agar talenta sumber daya manusia kita matang.

Kesulitan pembinaan talenta perlu kita sikapi secara optimistis, terutama karena jumlah manusia di negara kita yang demikian banyak, sehingga menggambarkan potensi kekuatan ‘human capital’ yang tidak terhingga. Bukankah kita sudah membuktikan terciptanya kampung pengrajin tas di Tanggulangin? Bayangkan bila kemudian di salah satu kampung kita, berkembang ketrampilan IT yang hebat, sehingga bisa menelorkan programmerprogrammer kelas dunia seperti programmer asal Bangalore, India.

Gantung Standar yang Super-Tinggi

Organisasi yang sanggup menelorkan manusia bertalenta, biasanya mempunyai standar kinerja yang menuntut individunya bekerja mati-matian untuk mencapai presisi dan keunggulan kinerja, tidak tanggungtanggung. GE adalah contoh perusahaan yang tidak raguragu menuntut para top manajemennya untuk berkinerja lebih. Perusahaan ini juga menjunjung tinggi nilainilai profesi yang distandarkan dan senantiasa diujikan ke setiap eksekutif. Tidak lolos ujian berarti keluar dari perusahaan. GE juga adalah contoh perusahaan yang memperhatikan dan melakukan pendekatan pada setiap individu di perusahaan secara utuh dan unik, sampai kepada kesejahteraan keluarganya. “Tidak ada formula yang general untuk membentuk talenta individual”, demikian ujar CEO General Electrics. 

Dapatkan hatinya dulu

Salah satu hal yang sering menghambat dalam pengembangan talenta adalah bila kita melihat talenta sebagai sesuatu yang melulu ‘vocational’, sehingga fokus kita hanya memompakan ilmu dan ketrampilan pada individunya. Saat individu dinilai seharusnya ‘sudah lulus’ dan ‘bisa dilepas’, pada kenyataannya tak jarang kita frustrasi sendiri bila kita tidak melihat pembelajaran yang diberikan membuahkan hasil yang diinginkan. Ternyata, kita masih sering lupa bahwa individu yang bertalenta adalah individu yang selain pandai, juga bermotivasi tinggi, berinisiatif dan kuat dalam menyambut tantangan. Artinya, latihan ketrampilan teknis saja, sama sekali tidak menjamin terbentuknya talenta yang kita inginkan.  Individu bertalenta, sudah hapal mati prosedur kerjanya, sudah menikmati seni berprofesinya, bahkan mempunyai semangat yang memancar dari kinerjanya, apapun profesinya.

Tentunya kita semua setuju bahwa tanpa perhatian sepenuh hati, individu tidak mungkin menguasai suatu ketrampilan sampai tuntas. Adanya ‘passion’, konsentrasi dan fokus-lah yang akan membuat individu bisa memberikan seluruh perasaan dan enerjinya untuk menguasai suatu ketrampilan dan pengetahuan. Jangan anggap sepele pernyataan: “companies need to not only capture people’s minds but their hearts”. Bila dalam mengembangkan individu kita juga menstrategikan program yang menyentuh hatinya, membuatnya ‘excited’, membawa individu merasakan secara langsung, barulah bisa kita lihat pembelajaran membuahkan hasil yang lebih nyata. Saat kita serius melakukan komunikasi efektif dan tidak lelah memacu, mendera, memonitor kemajuannya, barulah pengembangan ‘mindset’ dan prinsip kerja berkualitas dan professional akan menyertai pembelajaran yang diberikan.

Dalam mengembangkan pabrik talenta yang efektif, suasana belajar perlu dibuat kondusif. Hubungan psikologis dilandasi trust dan respect antara manajemen dan individulah yang juga akan membentuk sikap belajar individu. Individu perlu mendapat kesempatan untuk mengeluarkan ide , berani bereksperimen, berinovasi dan merasa aman bahwa ide dan buah pikirannya akan dihargai dan ditanggapi. Talenta yang optimal hanya di tampilkan oleh individu dewasa yang ‘self directed dan tertantang untuk menyandang tanggung jawab lebih. Bila kita sudah memahami bahwa pikiran, pengetahuan, ketrampilan manusia bisa berkembang tidak berbatas, mengapa tidak kita bersikeras mengembangkannya matimatian?

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com diposting oleh Mas Budi Jalandri