Chat messenger Bikin Kerja Lebih Efektif

Fransiska Ari Wahyu detikinet
Jakarta – Selama ini banyak kalangan yang menganggap chatting melalui pesan instan (Instant Messenger/IM) mengganggu dan mengurangi produktivitas kerja. Namun, sebuah survei menunjukkan bahwa penggunaan pesan instan sebagai pengganti telepon atau komunikasi langsung justru dapat mengurangi gangguan saat bekerja.
Dikutip detikINET dari ITNews, Senin (9/6/2008), survei ini digelar oleh para peneliti di Ohio State University dan University of California. Sebanyak 912 responden yang bekerja sekurangnya 30 jam per minggu di kantor dan menggunakan komputer sedikitnya 5 jam sehari dilibatkan dalam survei ini.
Dari sini terungkap bahwa saat orang menggunakan software pesan instan untuk bercakap-cakap, pembicaraan menjadi lebih singkat dan tidak terlalu mengganggu dibandingkan berkomunikasi dengan cara lain misal via telepon atau berkomunikasi langsung.
Peneliti menemukan fakta bahwa banyak karyawan menggunakan teknologi ini untuk melihat kapan rekan kerjanya hadir atau untuk meminta jawaban pendek atas suatu pertanyaan tanpa perlu ada percakapan langsung.Dengan menggunakan pesan instan, orang memiliki kesempatan untuk menunda jawaban hingga saat yang dirasa tepat, sehingga tidak mengganggu pekerjaannya. ( faw / amz )
Iklan

Tingkatkan Fungsi Otak Dengan Nge-game

Kamis, 05/06/2008 07:00 WIB
Fransiska Ari Wahyu – detikinet

Jakarta – Tahukah Anda, cara paling menyenangkan untuk menjaga otak tetap sehat adalah dengan bermain game? Tapi tentu saja bukan sembarang game, lalu game seperti apa?

Vivity Labs bersama dengan para ahli kesehatan otak mengembangkan game yang diklaim baik untuk kesehatan otak ini.

Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (5/6/2008), game-game tersebut diklaim dapat meningkatkan lima fungsi utama otak, yakni memori, konsentrasi, bahasa, eksekutif (logika dan alasan) serta kemampuan visual.

Penasaran game apa saja yang bisa meningkatkan fungsi otak tersebut? game-game ini dapat dilongok di situs http://www.fitbrains.com/. Mungkin beberapa game tersebut sudah tidak asing lagi bagi Anda. Misalnya, Paradise Island, Deep Blue Expedition dan yang lainnya.

“Ini (Fit Brains – red.) adalah jenis game yang dapat dimainkan siapa saja. Game ini dapat meningkatkan kecepatan berpikir dan ketajaman otak,” ujar Michael Cole, pendiri dan CEO Vivity Labs.

Satu hal berbeda yang ditawarkan portal game ini adalah pemain dapat mengetahui fungsi otak bagian mana yang perlu ditingkatkan dan bisa mendapatkan feedback dari tim Fit Brains. Tentunya ini akan lebih baik hasilnya daripada jika pemain bermain game-game tersebut secara acak tanpa ada panduan.

Punya game kesayangan? Sharing saja di detikINET Forum! ( faw / ash )

Total Jumlah Sel Manusia Selalu Tetap

Info dari berita iptek
Sabtu, 24-05-2008

Sungguh merupakan berita buruk bagi setiap orang yang menderita kegemukan /obesitas di seluruh muka bumi, dengan munculnya publikasi dalam jurnal ilmiah terkemuka Nature edisi awal Mei 2008 hasil riset Kirsty Spalding dkk ahli biologi molekuler dari Karolinska Institute in Stockholm, Swedia yang menyingkapkan temuan bahwa sel lemak dalam tubuh manusia berjumlah tetap adanya.
Tubuh manusia ternyata secara terus-menerus secara berkesinambungan membuat sel-sel lemak baru tumbuh menggantikan setiap terjadinya sel lemak yang mengalami kematian akibat proses alamiah penuaan. Hingga jumlah total seluruh sel lemak dalam tubuh manusia adalah tetap.

Temuan ini cukup mengejutkan dan dengan demikian memang bertentangan dengan pendapat sebagian kalangan ilmuwan yang berpandangan sebelumnya bahwa tubuh manusia tidak dapat menumbuhkan sel-sel lemak baru. Temuan atas mekanisme metabolisme sel tubuh manusia seperti ini memang prosesnya belum sepenuhnya dimengerti sendiri oleh para ilmuwan penemu. Namun faktanya seakan menegaskan fakta bahwa betapa sedemikian sulitnya untuk mengurangi berat badan karena kegemukan akibat kelebihan bobot lemak. Kesimpulan yang juga mengartikan bahwa langkah pintas ala program “weight-reduction” dengan jalan operasi pengangkatan jaringan sel-sel lemak yang sempat menjadi trend di kalangan wanita yang mengidamkan berat tubuh ideal berpostur ramping seakan akan percuma pula.

Peneliti Spalding dkk menggunakan molekul senyawa radio-aktif : carbon-14 guna mendeteksi pengamatan sel lemak responden. Konsentrasi carbon-14 terpapar ke atmosfir merupakan dampak rangkaian eksperimen percobaan bom nuklir kategori ledakan “above-ground nuclear test” periode tahun 1955 – 1963.
Peneliti mengamati bahwa diantara 10 orang dewasa —bertubuh gemuk atau ramping— kelahiran sebelum periode eksperimen bom nuklir diatas; level konsentrasi carbon-14 dalam sel lemak setiap orang berjumlah sama sesuai dengan konsentrasi carbon-14 di atmosfir. Hal yang mengindikasikan bahwa sel-sel lemak adalah tumbuh pada periode setelahnya kemudian. Sebaliknya pada penelitian atas 25 responden yang lahir selewat periode eksperimen ledakan nuklir berakhir menunjukkan level sel lemak terkonsentrasi muatan carbon-14 yang jumlahnya dibawah rata-rata jumlah sel lemak responden yang mengalami periode percobaan nuklir.
Kemudian dengan menggunakan data carbon-14, jumlah total sel lemak pada tubuh, dan usia responden maka para peneliti kemudian berkesimpulan, bahwa setiap tahun tubuh menghasilkan 10% sel lemak baru guna menggantikan sejumlah yang sama/ekivalen sel-sel lemak yang mati melewati proses biologis penuaan.
Dalam eksperimen berikutnya para peneliti lebih jauh melakukan pengamatan atas level lemak yang diamati dari sejumlah 20 orang responden yang melakukan proses pembedahan: “gastric bypass operation”. Dalam kasus demikian terjadinya penurunan berat badan pasien setelah mengalami pembedahan ternyata merupakan perkerutan pada sel-sel lemak, sementara hitungan tersendiri atas total banyaknya sel lemak menunjukkan konstan jumlahnya.
Pengamatan demikian meneguhkan kesimpulan: total jumlah sel lemak adalah selalu tetap selamanya !
Sumber: Up-dates Nature journal. / Rizal AK.