Faktor Keselamatan Yang Terabaikan

Melewati lebatnya belantara kemacetan di Ibu Kota Jakarta adalah makanan sehari-hari bagi saya. Seperti minum obat saja hal ini saya lakukan hampir tiap hari 2 kali pergi pulang (PP). Dari rutinitas itulah saya mengamati berbagi macam perilaku pengendara kendaraan baik mobil, motor sampai angkutan umum.

Dari berbagai model angkutan itu sepeda motorlah yang mempunyai jumlah yang cukup besar meskipun roda empat tidak kalah banyak jumlahnya. Jam-jam sibuk pagi dan sore merupakan puncak kemacetan di jalan-jalan Ibukota Jakarta. Rata-rata semua ingin cepat sampai tujuan sehingga terjadi antrian,  penumpukan kendaraan terutama di perempatan dan badan jalan yang terjadi penyempitan dan juga hilangnya sikap kedisiplinan untuk mematuhi rambu-rambu jalan.

Dengan alasan di atas itulah sering kali faktor keselamatan jadi terabaikan. Coba kita renungkan berapa banyak korban berjatuhan karena kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian para pengguna jalan yang korbannya kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Kalau saya kupas lebih dalam memang banyak dari kita terutama pemakai roda dua yang mungkin sadar atau tidak mengabaikan faktor keselamatan berkendara ini, mulai tidak memakai helm, perlengkapan motor yang kurang lengkap sampai perilaku suka potong jalan yang sangat membahayakan. Apalagi kalau pemakaian motor ini di sekitar komplek perumahan atau sekolahan, banyak dari pengguna motor ini yang tidak menggunakan helm padahal mereka membawa serta anaknya.

Angkutan umum tidak kalah serunya, bak raja jalanan angkutan ini sering kali seenaknya saja mengambil dan menurunkan penumpang sembarangan, berhenti mendadak dan sebagainya. Sehingga memungkinkan sekali terjadi kecelakaan.

Sebagai salah satu pegguna jalan meskipun sekarang lebih banyak naik kereta saya hanya bisa berusaha untuk lebih hati-hati dan selalu berdoa semoga diberi keselamatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sepanjang perjalaan baik saat pergi kerja maupun pulang kembali, karena sebagaimanapun kita sudah berhati-hati masih ada saja orang lain yang sembrono sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan. Karena rendahnya kedisisplinan para pengguna jalan inilah sering kali menyebabkan kerugian baik harta benda sampai nyawa. Semoga kita selalu dilindungi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga setelah seharian bekerja dengan selamat.

Iklan

Ban Tubeless Pada Sepeda Motor

Sudah lazim kedengarannya apabila kita membicarakan ban tubeless untuk mobil, tapi akan terasa agak janggal apabila kita menyebutkan ban tubeless untuk motor. Sebenarnya bukan masalah lazim dan janggal apabila kita membicarakan jenis ban tubeless ini. Kita mengatakan lazim karena memang sudah sering mendengar banyak jenis ban tubeless yang diproduksi untuk kebutuhan kendaraan roda empat ini. Untuk mobil keluaran baru sekarang ini mungkin sudah hampir 90%-100% menggunakan ban jenis tubeless. Dan kita mengatakan janggal karena mungkin kita baru mendengar pemanfaatkan ban jenis tubeless ini untuk kendaraan roda dua.

Ternyata pertanyaan saya selama ini terjawab sudah. “Apakah sudah ada perusahaan yang memproduksi ban tubeless untuk sepeda motor ?”, pertanyaan saya ini terinspirasi dari seringnya mendengar berita banyaknya kendaraan roda dua yang terkena ranjau paku di Jakarta dan sekitarnya.

Ternyata ban tubeless pada sepeda motor sudah ada dan banyak beredar, maklum karena jarang naik motor sehingga tidak update dengan produk-produk yang berhubungan dengan kendaraan roda dua ini. Syarat untuk menggunakan ban tubless ini velg roda harus yang tipe racing, kalau velg motor kita masih tipe standar (velg berjeruji) harus diganti velg racing terlebih dahulu.

Bagi anda para biker dan pekerja dengan sepeda motor mungkin ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi tindak kejahatan di jalan raya, apabila ban kita menggunakan tipe tubeless jika terkena paku atau sejenisnya dan menyebabkan ban bocor, angin pada roda tidak akan langsung cepat habis, tetapi masih terhambat sepanjang paku yang menengenai roda motor kita masih menempel, dengan demikian kita bisa mencapai daerah aman untuk melakukan tambal ban dan sejenisnya. Itulah kelebihan ban tubeless dibanding ban standar.

10 Usulan Membantu Orang Kecil

Kita memang perlu lebih memperhatikan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Silahkan diamati :

1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku. Tetapiusahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan atau pun di lampu merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil.
2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita titipkan dengan
pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.
3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goring atau tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun
kita tidakterlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah sekali-
sekali membeli dagangan mereka. Uangnya akan membantu org kecil jg.
4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan
kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Belilah.Untuk kita uangnya tidak
seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna bagi org kecil. Tentu saja perlu memperhatikan kebersihan dan jangan keseringan, karena nanti kita juga bosen.
6. Untuk yang cowok — mungkin jika tidak terlalu pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong mereka.
7. Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke dealer tapi ke bengkel
umum/biasa, jadi dapat membantu usaha orang kecil.
8. Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa kita sisihkan ke yatim atau janda-janda tua atao orang yang berhak / yang membutuhkan. Hal ini sangat  membantu kaum miskin / duafa. Disamping itu kita juga akan mendapat pahala atas kebaikan kita tersebut.
9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu waktu naik
angkutan umum kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat nambah penghasilan mereka.
10. Bagi yg punya dana berlebih, bisa juga membuka usaha kecil-kecilan seperti warung, kios pulsa, jual gorengan dll untuk membantu anggota
keluarga ataupun teman sekampung yg menganggur. Ini akan sangat membantu mengurangi pengangguran di negara kita.

Kalau ada 30 orang pembaca yang tergerak hatinya, rasanya uang yang turun ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi goreng seharga Rp 4000 satu kali sebulan, maka uang yang kita “berikan” ke orang kecil sudah mencapai Rp120.000 sebulan — itu hanya dari urusan nasi goreng.
Jadi rasanya kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah. Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini. Atau jika itu terlalu muluk — paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk menolong orang kecil. 

Dikutip dari email Mas Dwi Haryono di kamisetembang@yahoogroups.com