Apakah Anak Anda Termasuk Indigo ??

Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”

Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.

Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?

 Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?

Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.

Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.

Apakah anak anda indigo?

Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut:

1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? ,

2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?,

3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? ,

4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? ,

5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? ,

6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,

7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,

8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? ,

9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? ,

10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? ,

11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan ,

12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? ,

13) Apakah anak anda kreatif? ,

14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? ,

15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? ,

17) Apakah anak anda cerdas? ,

18)Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? ,

19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? ,

20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?

 

Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.

Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”

Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.

Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.

Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.

Tips untuk mendidik anak indigo

Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:

Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.

Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.

Kembangkan kemampuan mereka.. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.

Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.

Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.

Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.

Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.

Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.

Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.

Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.

Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.

Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.

Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com mdiposting oleh Budi Susilo

Iklan

10 Sikap Pemacu Karier

Mengapa sebagian orang dapat dengan mudah mencapai posisi teratas di suatu perusahaan, sementara sebagian lagi sulit untuk mendapatkan
promosi? Apakah kecerdasan, bakat, serta kekuasaan orang-orang tertentu mudah melesat? Tidak juga. Sikap ternyata lebih berperan.
Ikuti sepuluh sikap positif ini, dan yakinlah karier Anda melesat maju.
1. Nasib saya tergantung dari diri saya.

Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia.
Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan
sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.
2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.

Anda berpikir tidak mungkin menjadi posisi puncak. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat,
jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.

3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.

Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak
mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.
4. Menganggap penting setiap orang.

Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru
kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling
Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.
5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.

Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi
yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang
dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.
6. Memiliki jejaring yang kuat.

Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif
untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis
jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.
7. Tidak terpaku pada jam kerja.

Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme
Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk
membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar
dirinya terlihat.
8. Kegagalan merupakan kunci sukses

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah
bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.
9. Perlihatkan kemampuan.

Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan
keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan
mereka tanpa terkesan sombong.
10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.
Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu
mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda
tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.

 

Dikutip dari milist Kamisetembang, 6 Agustus 2008, Pengirim hilarius_cha@yahoo.com
 

 

8 Pilar Sukses

By Mas Wig

Sukses merupakan keadaan/kondisi ketika kita memperoleh apa yang diinginkan.

Sukses merupakan resultan (end) dari interaksi antar berbagai unsur (means), yang selanjutnya saya sebut sebagai Delapan Pilar Sukses.
Delapan Pilar Sukses tersebut adalah: knowledge, skills, passion, leadership, consistency, energy, relationship, dan luck.7 Pilar ada di tangan manusia, sedangkan 1 Pilar (luck) sepenuhnya berada di luar kendali manusia.
Namun demikian jika didekati menggunakan teori probabilitas jika 7/8 telah dikuasai, hanya 1/8 saja kemungkinan gagal. Meskipun hanya 1/8, Luck mencerminkan bahwa betatapun hebatnya manusia selalu masih ada kekuatan dan kekuasaan lain yang dapat mempengaruhi sukses/gagalnya seseorang. Inilah dimensi spiritual yang menjadi ruang bagi interaksi antara manusia dan Sang Penguasa Jagad Raya (bertransaksi dengan Tuhan).
Sukses juga ada tingkat-tingkatnya. Dilihat dari segi manfaat, pada level pertama adalah orang yang meraih sukses namun manfaat yang didapat sepenuhnya untuk diri sendiri. Siswa atau mahasiswa yang baru lulus atau naik kelas dapat tergolong dalam level ini.
Level kedua dari segi manfaat adalah bila selain untuk dirinya sendiri manfaat dari sukses yang diraih dinikmati juga oleh lingkungan terdekat, keluarga, tetangga dan kerabat.
Di atasnya lagi, selain diri sendiri dan lingkungan dekat, manfaat sukses dirasakan juga oleh lingkungan yang lebih luas, perusahaan tempat kerja, masyarakat, dan negara, bahkan segenap umat manusia.
Level tertinggi dari segi manfaat adalah ketika manfaat yang dihasilkan dari sukses bisa dirasakan segenap umat manusia dalam jangka waktu yang relatif lama (karya cipta Einstein, Gesang, dll)..
Jika dari aspek persaingan, dan mengingat yang dapat berupaya serupa atau menginginkan sukses tidak hanya satu orang, maka tingkatan sukses dapat diklasifikasi sebagai berikut:
Pertama, meraih sesuatu yang diinginkan. Jika keberhasilan tersebut nilainya lebih baik dari orang-orang lain yang juga sukses, maka masuklah ia ke tingkat kedua. Level ketiga dari tingkatan sukses adalah bila berhasil menjadi the best dari semua himpunan orang sukses. Sedangkan level tertinggi adalah bila sudah menjadi the best dan mampu menjaga statusnya sebagai The Best secara terus menerus (sustainable, everlasting).
Dengan tingkat sukses semacam di atas, kita dapat pahami mengapa banyak orang ingin berhasil menjadi pemimpin namun tidak banyak dari mereka dapat menjadi pemimpin yang berhasil.
Dari uraian di atas dapat pula mengingatkan kita semua bahwa ada saatnya kita masih dapat berusaha meraih sukses, namun karena adanya faktor luck, harus ikhlas apabila keinginannya belum dapat terwujud.
Sukses juga merupakan fungsi dari waktu, sama seperti dalam teori ekonomi ada short term costs dan long term costs, dalam sukses ada juga short term success ada pula long term success. Orang yang berorientasi jangka panjang melihat kegagalan hari ini (belum sukses) sebagai bagian dari upaya mencapai sukses jangka panjang.
Akhir kata, yang mengetahui apakah kita belum sukses, telah sukses, sedang sukses, akan sukses terus, bukan orang lain, namun diri kita sendiri. Maka itu kenali jati diri kita sebaik-baiknya, pahami karakter lingkungan Anda, berpikirlah positif, dan ciptakan manfaat bagi orang lain.