10 Usulan Membantu Orang Kecil

Kita memang perlu lebih memperhatikan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Silahkan diamati :

1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku. Tetapiusahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan atau pun di lampu merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil.
2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita titipkan dengan
pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.
3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goring atau tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun
kita tidakterlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah sekali-
sekali membeli dagangan mereka. Uangnya akan membantu org kecil jg.
4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan
kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Belilah.Untuk kita uangnya tidak
seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna bagi org kecil. Tentu saja perlu memperhatikan kebersihan dan jangan keseringan, karena nanti kita juga bosen.
6. Untuk yang cowok — mungkin jika tidak terlalu pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong mereka.
7. Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke dealer tapi ke bengkel
umum/biasa, jadi dapat membantu usaha orang kecil.
8. Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa kita sisihkan ke yatim atau janda-janda tua atao orang yang berhak / yang membutuhkan. Hal ini sangat  membantu kaum miskin / duafa. Disamping itu kita juga akan mendapat pahala atas kebaikan kita tersebut.
9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu waktu naik
angkutan umum kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat nambah penghasilan mereka.
10. Bagi yg punya dana berlebih, bisa juga membuka usaha kecil-kecilan seperti warung, kios pulsa, jual gorengan dll untuk membantu anggota
keluarga ataupun teman sekampung yg menganggur. Ini akan sangat membantu mengurangi pengangguran di negara kita.

Kalau ada 30 orang pembaca yang tergerak hatinya, rasanya uang yang turun ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi goreng seharga Rp 4000 satu kali sebulan, maka uang yang kita “berikan” ke orang kecil sudah mencapai Rp120.000 sebulan — itu hanya dari urusan nasi goreng.
Jadi rasanya kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah. Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini. Atau jika itu terlalu muluk — paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk menolong orang kecil. 

Dikutip dari email Mas Dwi Haryono di kamisetembang@yahoogroups.com

Iklan

Warung Kopi ( Warkop )

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan!” Menurut Anda apakah pepatah kata itu masih berlaku? Menurut saya ya! Dalam suatu pelatihan entrepreneur untuk remaja-remaja kurang mampu di jakarta, terlintas suatu ide usaha rumahan yang bisa dilakukan siapa saja. Jadi setelah membaca tulisan yang satu ini, jangan sampai Anda mengatakan ’tidak bisa’ lagi.

Segalanya dimulai dari rumah Anda dan caranya sangat mudah. Saat menjelang malam, keluarkan meja makan Anda di depan pagar rumah Anda. Bagi yang tidak memiliki pagar, ya diletakkan di perbatasan rumah dengan jalan. Boleh juga dialasi dengan karpet plastik (perlak) agar lebih cantik dan tahan kotor. Kemudian keluarkan piring, sendok, garpu, gelas, mangkuk yang Anda miliki dan tatalah diatas meja, layaknya mau berjualan. Jika ada rak piringnya, lebih bagus lagi. Terus keluarkan stok mi instan yang Anda miliki. Biasanya, setiap rumah selalu ada mi instan khan? Jika ada, kardusnya sekalian (serius nih). Jika tidak punya kardus mi instan, minta aja ke warung tetangga. Apa gunanya? Biar kelihatan ’penuh’! Selanjutnya keluarkan menu-menu pelengkap, seperti, telur, sayur (biasanya sawi), kopi, teh, susu, gula dan kawan-kawannya. Jadi deh warkop (warung kopi) ”gepeng” (nama warkop langganan saya di Surabaya).

Apa yang terlintas di benak Anda? “Berapa sih keuntungan menjual mi dan kopi?” Hitung aja, dengan modal mi instan seharga 1200 rupiah, dimasak dengan air, diberi sedikit sayur dan telor (1000 rupiah), bisaterjual 5000 rupiah. Wow, untungnya 100 %! Belum lagi kopi atau teh yang modalnya tak sampai 300 rupiah, bisa dijual dengan harga 2000 rupiah. Eiits, belum selesai, itu baru awalnya, tapi setidaknya lumayan untuk tambah-tambah beli susu untuk anak dirumah, daripada mejanya di-nganggurin. Amati warkop di kota Anda, apa saja yang mereka jual. Ada gorengan, krupuk, roti, kue, jajan pasar, nasi ’kucing’ (jinggo). Apakah Anda pikir, pemilik warkop itu memasak sendiri semuanya? Tidak! Kebanyakan adalah titipan. Ingat hukumnya,”Ada semut, juragan gula datang”. Saat Anda berhasil menarik keramaian, banyak penjual akan mendatangi Anda untuk ’titip’ barangnya dijual di warkop Anda. Yah, seperti Hypermarket begitulah, tidak usah cari supplier, sebaliknya supplier yang mencari mereka.

Selanjutnya tinggal dipoles biar menarik dan pasti membuat orang penasaran. Pasang spanduk yang gede dan menyolok desainnya. Pakai aja plesetan-plesetan seperti ”Starblack Coffee” atau ”Setarbak”, biar kelihatan ’ndeso’ dikit. Di kota Salatiga, saat populernya grup musik New kids on the block, ada yang membuat plesetannya menjadi Warung ”New kids yang goblok”, seru khan! Menunya-pun bisa diplesetin ”India-mie”, ”Kopichino”, pokoknya seliar Anda berfikir.

Sekali lagi, yang penting MELANGKAH! Jangan hitung rejeki pengusaha dengan ’kalkulator’ karyawan, nggak akan ketemu! Banyak orang mengatakan,”Tidak masuk akal”. Menurut saya,”Akalnya yang belum masuk”.

 

Dikutip dari kamisetembang@yahoogroups.com by Mas Jaya Setiabudi http://yukbisnis.com/